Menembus Rute 180 Km: ITB Ultra Marathon 2026 Gabungkan Olahraga, Aksi Sosial, dan Dana Pendidikan

ITB Ultra Marathon 2026 – Flag Off lari ultra Jakarta–Bandung

JD.id, JAKARTA — Suasana malam di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta, terasa penuh semangat saat bendera flag off dikibarkan pada Jumat (16/10/2026) malam. Momen ini menandai dibukanya ajang lari jarak jauh ITB Ultra Marathon 2026. Ribuan peserta bersiap menempuh tantangan rute sepanjang 180 kilometer menuju garis akhir di ITB Kampus Ganesha, Bandung, pada Minggu (18/10/2026).

Mengusung semangat Running for Impact, ajang ini dirancang bukan sekadar ajang adu ketahanan fisik atau reuni alumni, melainkan juga wadah penggalangan Dana Lestari ITB dan gerakan kepedulian sosial bagi masyarakat.

Penyelenggaraan pelepasan peserta di gedung kementerian mempertegas dukungan pemerintah terhadap kolaborasi antara perguruan tinggi dan alumni. Pemerintah menilai ajang seperti ini menjadi sarana efektif untuk memboyong hasil riset akademis langsung ke tengah masyarakat.

Mengenai pentingnya kontribusi nyata perguruan tinggi di lapangan, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman, memberikan pandangannya:

“Ini adalah bentuk hilirisasi riset kampus, di mana kita terjun langsung mengajak alumni membantu masyarakat luas agar Indonesia semakin maju,” tegas Fauzan.

Tak hanya berdampak pada pengembangan riset, kegiatan marathon ini juga berfokus pada keberlanjutan pembiayaan pendidikan. Dana yang digalang dialokasikan untuk beasiswa mahasiswa yang membutuhkan. Di sepanjang lintasan Jakarta–Bandung, panitia juga menghadirkan program sosial seperti penyediaan fasilitas air bersih dan pengolahan sampah.

Menjelaskan filosofi mendalam di balik ajang lari ini, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan acara tersebut:

“Bukan hanya berlari, tapi juga berdampak. Ibarat reuni dua hari dua malam, melintasi dua provinsi, dan membawa dua berkah. Tahun ini, di sepanjang jalur lari, kita juga melakukan pengabdian masyarakat seperti pengadaan sarana air bersih dan instalasi pengelolaan sampah yang memutar roda ekonomi lokal,” ungkap Prof. Tatacipta.

Daya tarik ajang ini terbukti sangat besar hingga jumlah pendaftar melampaui target awal panitia sebanyak 4.000 pelari. Sebanyak 5.216 peserta dari beragam latar belakang dan usia tercatat mengambil bagian, mulai dari remaja berusia 16 tahun hingga lebih dari 500 pelari senior berumur 60–70 tahun.

Melihat tingginya angka partisipasi dan rentang usia peserta yang sangat luas, Ketua Panitia ITB Ultra Marathon 2026, Aleks Suhanto, memastikan keselamatan peserta menjadi prioritas utama. Panitia menyiagakan tim medis AMP Unpad, menerapkan sistem live tracking peta digital, serta berkoordinasi erat dengan TNI dan Polri.

Sementara itu, dari sudut pandang organisasi alumni, kebersamaan skala besar ini dipandang sebagai modal kuat untuk terus menyokong kemajuan almamater. Ketua Umum Ikatan Alumni ITB (IA-ITB), Agustin Peranginangin, mengapresiasi soliditas para peserta dan alumni:

“Keguyuban ini sudah terjadi. Kini saatnya melangkah lebih jauh. Kami, Ikatan Alumni, terlibat aktif mendukung Rektor dalam mengelola ITB. Seluruh alumni bergotong royong untuk membawa potensi dari luar, termasuk riset, guna mendukung Dana Lestari ITB secara berkelanjutan,” tutur Agustin.

Melalui perpaduan antara olahraga, aksi sosial, dan penggalangan dana pendidikan, ITB Ultra Marathon 2026 berhasil membuktikan bahwa setiap langkah pelari mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *