JD.id, Jakarta– PT Nindya Karya memastikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir bandang di Sumatera Barat berjalan sesuai rencana di beberapa titik seperti Batang Anai, Linggai Duo Koto, Bancah, dan Sumpur Malalo.
Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, menegaskan komitmennya dalam proyek ini dengan menyatakan, “Bagi Nindya Karya, pembangunan huntara ini bukan sekadar membangun struktur fisik, melainkan membangun harapan baru bagi warga.”
Sebagai respons terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan hunian yang lebih layak, perusahaan melakukan perombakan signifikan pada standar teknis bangunan.
Mengenai perubahan ini, Firmansyah menjelaskan bahwa pihaknya sangat memperhatikan aspek kemanusiaan sesuai arahan pusat, “Kami mengacu pada arahan Bapak Presiden bahwa hunian bagi pengungsi harus manusiawi. Oleh karena itu, tinggi atap kami naikkan dan plafon kami pasang di setiap unit agar kualitas hidup warga tetap terjaga selama masa transisi ini.”
Secara teknis, peningkatan kualitas tersebut meliputi peninggian atap dari 2,4 meter menjadi 3 meter serta penambahan plafon untuk meredam suhu panas. Firmansyah menekankan bahwa kenyamanan penghuni adalah hal yang tidak bisa ditawar dengan mengatakan,
“Peningkatan spesifikasi ini, khususnya pada aspek ventilasi dan kenyamanan suhu udara, merupakan bentuk kepedulian kami agar masyarakat terdampak tidak merasa pengap saat beristirahat.” ujar Firmansyah.
Saat mendampingi kunjungan kerja Komisi VI DPR RI pada Kamis (22/1/2026), manajemen Nindya Karya juga menegaskan bahwa kecepatan pembangunan harus dibarengi dengan kualitas yang mumpuni.
Firmansyah menambahkan, “Kami ingin memastikan mereka merasa nyaman dan terlindungi di hunian yang lebih layak,” sembari menjelaskan bahwa kawasan tersebut juga telah dilengkapi fasilitas sosial seperti taman bermain dan area olahraga untuk mendukung aktivitas warga sehari-hari.













