Berita  

Thomas Nurhakim Kenalkan Tabung CNG Tipe 4, Solusi Pengganti LPG

JD.id, Jakarta — Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan LNG dan CNG Indonesia (APLCNGI), Thomas Nurhakim, memaparkan solusi nyata untuk menekan impor LPG melalui pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) untuk rumah tangga.

​Dalam diskusi panel bertajuk “CNG & LNG untuk Rakyat” di Energy Hub Jakarta, Senin (5/5), Thomas yang juga mewakili PT Unogas Teknologi Indonesia ini menunjukkan bagaimana teknologi gas alam kini telah didesain lebih praktis dan aman agar bisa diterima oleh masyarakat luas

Thomas menjelaskan bahwa penggunaan tabung Tipe 4 yang berbeda dengan Tipe 1 yang semuanya terbuat dari besi dan cukup berat, tabung Tipe 4 ini menggunakan material yang jauh lebih ringan.

​”Ini adalah tabung tipe empat. Jadi yang di dalam tabungnya itu adalah carbon fiber, kemudian casing-nya ini menggunakan HDPE. Kami sudah hitung, itu kira-kira 16 kg termasuk isi gas di dalamnya. Jadi, ini tidak akan berat,” jelas Thomas.

Hal unik dari produk yang dipaparkan Thomas adalah bentuk pelindung luar (sleeve) tabung yang berbentuk persegi, bukan silinder seperti tabung gas pada umumnya. Desain ini lahir dari pertimbangan faktor keselamatan di lapangan agar tabung tetap diam di tempat.

​”Kami sering diskusi, casing ini sebaiknya bukan bentuknya silinder. Kenapa? Kalau silinder, begitu jatuh dia tergelinting, orang bisa tendang-tendang gitu kan. Yang kami desain itu persegi, jadi begitu dia jatuh, dia tidak bisa digelintingkan. Dia akan diam,” ungkap Thomas.

​Selain bentuknya, di dalam tabung ini telah dimasukkan Pressure Reducing System (PRS) agar bisa langsung dipakai (plug-in) untuk menggantikan LPG. Desain dimensinya pun dibuat mirip dengan footprint LPG agar bisa langsung menggantikan tanpa mengubah tempat penyimpanan yang sudah ada.

​Menanggapi isu keamanan gas tekanan tinggi (200 bar), Thomas Nurhakim menegaskan bahwa teknologi ini sudah sangat matang dan memiliki standar internasional seperti ISO dan ICI. Beliau bahkan memberikan jaminan personal berdasarkan pengalamannya sejak tahun 2001.

​”Kantor saya sejak tahun 2001 sengaja saya buat, saya duduk di atas kompres gas tempat saya mengisi tabung tekanan tinggi setiap hari. Saya harus make sure bahwa sistem saya aman. Kalau saya tidak yakin dengan sistem itu, bagaimana saya meyakinkan orang lain,” tegasnya.

​Thomas menambahkan bahwa bukti nyata keamanan teknologi ini sudah terlihat pada ribuan kendaraan, seperti armada taksi Bluebird yang telah menggunakan sistem CNG selama bertahun-tahun. Dengan sistem distribusi yang tepat, CNG diharapkan menjadi solusi mandiri energi bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa gas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *