JD.id, JAKARTA — Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid mengusulkan Indiskop yang dikenal dengan “bioskop rakyat” libatkan sekolah dan kampus yang dilengkapi laboratorium seni budaya.
Kemendikbudristek memiliki jaringan sekolah-sekolah dilengkapi laboratorium seni budaya yang punya tempat menonton berkapasitas 80-100 orang, meski kualitasnya tidak setinggi standard bioskop komersial.
Jika dilibatkan dalam jaringan Indiskop, bisa membentuk kekuatan lebih besar. Termasuk perguruan tinggi yang cukup banyak punya fasilitas serupa,” kata Hilmar dalam sambutannya di konferensi pers daring Indiskop Festival 2021, Sabtu (7/8/2021).
Dia berharap dengan strategi tersebut jaringan Indiskop bisa diperluas sehingga pada tahun mendatang, bukan cuma kuantitas film yang bertambah, tetapi juga jaringan tempat penyelenggaraan festival.
Berbeda dari tahun sebelumnya, IndisFest 2021 bekerjasama dengan New York Film Academy (NYFA).
Dan Mackler, Creative Strategy Officer dan Dekan NYFA mengatakan, pihaknya sangat antusias untuk bekerja sama dan membawa kelas instruktur profesionalnya ke pasar Indonesia.
“Kami percaya bahwa masyarakat Indonesia khususnya insan perfilman dapat mengembangkan bakat kreatif sehingga mereka dapat menceritakan kisah menarik,” ucap Dan Mackler.
Dikesempatan yang sama, Founder Indiskop dan IndisFest, Marcella Zalianty mengatakan, kolaborasi tersebut adalah salah satu sarana meningkatkan industri perfilman Tanah Air.
“Kami tidak hanya ingin meningkatkan kerja sama, tapi juga meningkatkan insan perfilman Indonesia. Kita bisa berbagi ilmu dari negara yang industri filmnya jauh lebih maju dari kita,”ujarnya.
Program dalam IndisFest menyediakan berbagai sarana dan prasarana secara daring yang dapat dimanfaatkan melalui pendidikan (workshop, training, seminar), kerjasama (kemitraan), kompetisi serta berbagai kegiatan lainnya













