JD.id, TANGERANG – Industri kesehatan di Indonesia semakin berkembang, dengan adanya kehadiran produk-produk inovatif salah satunya dari PT Biotek Farmasi Indonesia yang berfokus pada pengembangan solusi kesehatan melalui riset mendalam.
Di balik perkembangan pesat perusahaan ini, terdapat visi besar dari Toni Lay selaku Chairman/CEO yang mengarahkan investasi konsisten selama puluhan tahun ke pusat riset di California, Amerika Serikat, dengan melibatkan para peneliti terbaik dari dalam negeri.
Perjalanan ini bermula dari kepedulian mendalam melihat realitas penanganan medis di masyarakat, khususnya pada penderita penyakit kronis seperti diabetes yang kerap mengalami komplikasi serius hingga harus menjalani tindakan amputasi akibat perburukan kondisi.
Sebagai pelaku industri Toni sangat mengutamakan kualitas dari produk Biotek. Ia menegaskan bahwa produk-produk kesehatan yang diciptakan harus memiliki daya saing komersial yang tinggi serta melampaui standar produk yang sudah ada selama puluhan tahun.
“Kalau saya memproduksi obat sakit kepala yang kualitasnya lebih buruk daripada [produk-produk obat] yang sudah ada selama puluhan tahun, tentu tidak akan bisa bersaing di pasar. Untuk apa saya bergerak di bidang ini jika produk kita tidak lebih baik dari yang sudah lama beredar? Jadi secara komersial, minimal harus lebih baik dari yang ada, baru kita bisa mulai,” ujar Toni Lay, Kamis (29/10).
Selain aspek kemanjuran, faktor keamanan jangka panjang juga menjadi komitmen mutlak yang dijaga ketat oleh perusahaan tanpa menimbulkan efek samping merugikan bagi tubuh.
“Biotek ini, walaupun kamu tidak sakit, puluhan tahun kamu pakai, tidak mungkin menyakitkan kamu. Kalau ada, tolong dibuktikan. Kita sudah 5 tahun beredar di Indonesia, tidak ada satupun keluhan untuk efek samping,” tegasnya.
Langkah inovasi ini turut dilatarbelakangi oleh pengalaman personal ketika keluarga terdekat menghadapi tantangan kesehatan autoimun seperti lupus yang memicu rasa sakit setiap hari. Ketergantungan terhadap obat-obatan steroid konvensional yang kerap memicu risiko kerusakan organ lain mendorong lahirnya membuat terobosan obat mandiri buatan anak bangsa.
Rangkaian produk Biotek sendiri kini mencakup berbagai solusi komprehensif mulai dari penanganan diabetes, kanker, autoimun, perbaikan fungsi ginjal, hingga antivirus dengan standar proteksi harian yang kuat. Seluruh pencapaian dan layanan ini senantiasa dilandasi oleh budaya perusahaan yang menjunjung tinggi integritas dan transparansi penuh kepada publik.
“Di Biotek, apa pun yang disampaikan harus dapat dipertanggungjawabkan. Tidak boleh ada kebohongan. prinsip utamanya adalah jika ada yang berbohong, akan langsung dipecat,” pungkas Toni Lay.
Sebagai wujud nyata komitmen edukasi publik dan peningkatan kesadaran deteksi dini di tengah masyarakat, PT Biotek Farmasi Indonesia juga menggelar talkshow bertajuk “SMART HEALTHY” yang menghadirkan Toni Lay sebagai pembicara utama di Main Atrium Teras Kota BSD.
Produk-produk unggulan PT Biotek Farmasi Indonesia kini telah tersedia secara bebas tanpa memerlukan resep dokter di berbagai jaringan apotek terkemuka seperti Century, Guardian, dan Watson.













