Pondok Pesantren Hidayatussalikin  Kenalkan “Mie Nusantara” di Ajang Santripreneur Award 2021

JD.id, Jakarta— Pondok Pesantren Hidayatussalikin Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan penghargaan kehormatan di acara Santripreneur Award 2021  yang  berlangsung secara hybrid pada Senen malam, 22 November 2021.

Seperti yang sudah diketahui bersama
pondok pesantren ini telah melatih para santri untuk memiliki kemampuan berwirausaha, adapun produk yang sudah cukup dikenal 2 tahun terakhir ini yakni Mie Instan yang dinamakan Mie Nusantara.

Menurut Ridwan F Lubis perwakilan dari Pondok Pesantren Hidayatussalikin mengatakan, sudah banyak produk – produk yang di produksi selain Mie, yakni Minyak Kayu Putih, dan Kopi. Namun produk yang ingin populerkan di acara Santripreneur Award adalah Mie.

“Karena bahannya terbuat dari sagu, dan satu – satunya di Indonesia,” kata Ridwan.

Selain memakai bahan alami, inovasi pembuatan bumbu mienya juga menyehatkan yakni dibuat tanpa pengawet.

“Karena bumbu yang kami masukan disini sudah di test oleh BPPT. Sehingga semuanya tanpa bahan pengawet,” ujar Ridwan.

Lebih lanjut dikatakan, Mie ini sudah banyak dimakan untuk anak – anak yang stunting yang umurnya dibawah 6 tahun. ” Karena sudah diteliti ini mencegah stunting,” katanya.

Perjalanan para santripreneur untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini masih menghadapi kendala dalam pemasaran produk di ritel modern.

“Kendalanya semua toko retail tidak menerima (pasokan) barang apapun dari pesantren khususnya di Bangka Belitung(Babel),” imbuhnya.

Kesulitan yang dirasakan yakni tidak disediakan display untuk menempatkan produk -produk olahan. Alasannya produk tersebut masih terbilang baru dan tidak memiliki nilai jual yang tinggi.Hal ini dituturkan Ridwan pada awak media, namun terlepas dari kendala tersebut Mie Nusantara terus berinovasi untuk menarik konsumen dengan berbagai cara.

Dengan mengusung mie instan yang sehat, dengan dua rasa pilihan yakni rasa Kari Ayam pedas dan rasa Ayam Bawang yang disajikan dengan kemasan yang unik menggunakan bowl, mie ini dibanderol dengan harga Rp7.000,-

Terkait jumlah produksi Mie Nusantara saat ini sudah mencapai 1.800 duz dengan isi 12 bowl per dus setiap bulannya.

Maka dari itu untuk tetap bertahan bisnis usaha santri dimasa pandemi, Ridwan menuturkan, ” Kami hanya perlu eksistensi untuk Mie ini. Maka mie ini sudah ada  diseluruh pesantren di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jadi kami hanya mau bertahan saja saat ini karena untuk mengalahkan kompetitor yang sudah puluhan tahun susah sekali mengalahkannya.”

“Dengan adanya santripreneur maka produk seluruh santri bisa dipopulerkan dan dapat dinikmati (banyak konsumen) dan juga bisa dijual agar kami bisa bertahan,” pungkasnya. (SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *