JD.id, Jakarta — Indosiar kembali menegaskan komitmennya dalam mengangkat dangdut ke panggung tertinggi melalui program unggulan D’Academy 7 (DA7, di musim ketujuh dari ajang pencarian bakat Dangdut Academy. Dalam sambutannya, Direktur Programming SCM, Harsiwi Ahmad, menyampaikan bahwa Indosiar tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi sedang membangun masa depan dangdut sebagai industri berkelas dunia.
“Dangdut yang dibawa Indosiar adalah dangdut berkelas dan berkualitas. DA7 bukan hanya soal kompetisi vokal, ini adalah pertunjukan yang didesain setara dengan standar dunia. Tata panggung, cahaya, grafis, hingga treatment peserta kita pastikan menyamai produksi global seperti Eurovision atau American Idol,” ujar Harsiwi saat konferensi pers, Jum’at (13/06).
Panggung Global, Rasa Lokal: Dangdut yang Diperhitungkan Dunia
Dengan tata visual modern, lighting sinematik, wardrobe artistik, serta aransemen musik. Bahkan juga menggunakan teknologi mutakhir dengan menghadirkan Artificial Intelligence (AI) sebagai juri pendamping.
Lain dari pada itu para peserta pun ditata secara profesional, mulai dari make-up hingga koreografi, menjadikan ajang ini sebagai panggung pertunjukan, bukan sekadar kompetisi.
Bintang dari Nol: Transformasi Sosial dan Digital
Ajang ini dikenal mencetak bintang dari nol. Salah satu finalis musim sebelumnya, Rara, mengungkapkan:
“Dulu follower aku cuma 2 ribu, sekarang sudah 3,4 juta. Tapi lebih dari itu, hidupku berubah. Aku merasa dihargai, dan bisa bikin bangga keluarga dan kampung halaman.”
Tak hanya Rara, puluhan alumni D’Academy kini telah merilis lagu, membintangi film, menjadi host TV, hingga tampil di luar negeri. Indosiar mencatat bahwa rata-rata peserta mengalami kenaikan pengikut media sosial hingga 1.500% setelah tampil di D’Academy.
Kolaborasi Tanpa Batas: Lintas Genre, Lintas Generasi
DA7 juga dikenal dengan konsep kolaboratif yang luas. Para peserta tampil bersama legenda seperti Rita Sugiarto, Dewi Persik, Soimah, Elvi Sukaesih, hingga pop dan jazz. Format ini membuktikan bahwa dangdut bukan genre tertutup — justru mampu membaur dan memperkaya musik Indonesia secara keseluruhan.
“Kalau penyanyi lain belum tentu bisa dangdut, tapi penyanyi dangdut bisa bawakan apa saja — dari jazz, pop, rock,”tegas Harsiwi Ahmad.
Diterima Semua Kalangan: 50,9 Juta Penonton
DA7 telah menyentuh hati masyarakat dari Sabang sampai Merauke, dengan penonton aktif mencapai 50,9 juta di seluruh platform. Tidak hanya orang tua, kini remaja, pelajar, bahkan kelas menengah urban turut menjadi audiens loyal D’Academy.
Melalui platform digital Vidio dan YouTube, siaran DA7 telah ditonton di lebih dari 15 negara, dengan viewer terbanyak dari Malaysia, Singapura, Arab Saudi, dan Belanda.
DA7 : Bukan Sekadar Ajang, Tapi Gerakan Budaya
Indosiar telah membuktikan bahwa dangdut bukan hanya milik kalangan tertentu. Kini, dangdut adalah panggung prestasi, kendaraan ekonomi kreatif, dan identitas budaya Indonesia yang layak dikagumi.
“Ini bukan hanya tentang menyanyi. Ini tentang membentuk ikon baru Indonesia, dari yang biasa menjadi luar biasa. Dan kami akan terus menjaga komitmen ini,” tutup Harsiwi Ahmad.
Indosiar adalah stasiun TV nasional yang dikenal sebagai pelopor tayangan dangdut modern. Dengan program seperti Dangdut Academy, Liga Dangdut Indonesia, dan Indonesian Dangdut Awards, Indosiar telah melahirkan ratusan artis baru, merilis lebih dari 400 lagu orisinal, dan memenangkan berbagai penghargaan lokal maupun internasional













