JD.id, Jakarta – Malam pertama BNI Java Jazz Festival 2025 menjadi saksi hadirnya sebuah pertunjukan musik yang tak sekadar memukau, namun juga menggugah rasa. Jacob Collier, musisi asal Inggris yang dikenal dengan pendekatan musikalnya yang nyaris tak berbatas, tampil memikat di BNI Hall, Jumat (25/7/2025) malam.
Dengan senyum hangat dan sapaan akrab, Jacob membuka penampilannya di tengah sorak-sorai penonton yang telah menantinya sejak sore hari.
“Bagaimana kabar kalian? Aku harap kalian baik, aku sangat senang bisa berada di Java Jazz,” sapanya dari atas panggung, disambut tepuk tangan riuh, Jumat (30/05).
Panggung yang Jadi Kanvas Eksplorasi Musik
Jacob bukan hanya sekadar tampil—ia menghidupkan panggung. Dalam durasi hampir satu jam, ia memamerkan kemahiran memainkan berbagai instrumen: mulai dari piano, gitar, hingga snare drum. Dengan teknik looping, harmoni vokal berlapis, dan permainan MIDI yang kompleks, malam itu ia menghadirkan pertunjukan yang nyaris seperti orkestra satu orang.
Penampilannya menjadi bukti mengapa musisi berusia 30 tahun ini dijuluki the future of jazz. Ia tak hanya membawakan lagu—ia melukis suara, mengajak penonton masuk ke dalam dunia sonik yang penuh eksplorasi dan keindahan.
Beberapa lagu hits yang dibawakannya malam itu antara lain, “Time Alone With You,” “Never Gonna Be Alone,” dan “Witness Me.” Setiap lagu dibawakan dengan aransemen berbeda dari versi rekaman, membuat pertunjukan terasa segar dan personal.
Kejutan Emosional: “Indonesia Pusaka” Bertemu “Somebody to Love”
Namun puncak dari malam itu bukan pada keahlian teknis atau permainan alat musik—melainkan pada momen kebersamaan yang menyentuh hati. Di akhir penampilannya, Jacob membawakan lagu “Indonesia Pusaka” yang di-medley secara tak terduga dengan lagunya sendiri, “Somebody to Love.”
Meski beberapa bagian lirik dinyanyikan dengan pelafalan yang tak sempurna, niat tulusnya untuk menghormati Indonesia begitu terasa. Penonton terdiam sejenak, sebelum akhirnya ikut bernyanyi bersama, menciptakan suasana haru yang langka dalam sebuah festival musik internasional.
Akhir yang Menggetarkan
Jacob menutup penampilannya dengan senyum lebar, diiringi standing ovation dari ribuan penonton. BNI Hall yang semula riuh, mendadak berubah menjadi ruang penuh apresiasi dan rasa terima kasih.
“Terima kasih Indonesia, kalian luar biasa,” ucapnya sambil melambaikan tangan dan berjalan ke belakang panggung.
Jacob Collier tak hanya tampil sebagai musisi, tetapi juga sebagai seniman yang membawa semangat kolaboratif dan penghormatan lintas budaya. Di tengah gempita festival musik, ia hadir membawa pesan: bahwa musik bisa menjadi ruang bersama—di mana batas bahasa, negara, dan genre larut dalam harmoni.













