Jd.id, Jakarta – Gelaran Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and SMEs Expo (JITEX) 2025 menjadi panggung bagi para pelaku usaha untuk bersinar, dan salah satu yang menarik perhatian adalah De’Amay. Merek olahan rendang kemasan ini bukan hanya menjanjikan cita rasa autentik Minang, tetapi juga membawa kisah inspiratif di baliknya.
De’Amay adalah merek dagang yang lahir dari tangan dingin seorang Ibu Suryani Putri, sang co-founder. Berdiri sejak 2017, bisnis yang awalnya berupa katering rumahan ini berkembang pesat setelah Ibu Suryani menyadari tingginya permintaan untuk rendang buatannya.
“Awalnya dari katering, lalu banyak yang suka rendang kami. Kenapa tidak bikin produk rendang saja?” tutur Riana Hasan, selaku representative De’Amay yang ditemui di JITEX 2025.
Dari situlah, fokus bisnis beralih sepenuhnya pada produk rendang kemasan. Nama De’Amay sendiri memiliki makna yang mendalam, diambil dari kata ‘Amay’ yang berarti Ibu dalam bahasa Minangkabau. Ini melambangkan semangat seorang ibu yang tulus dan penuh kasih dalam setiap hidangan yang disajikannya.
Uniknya, 99% tim di balik De’Amay adalah para perempuan hebat, sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi ibu rumah tangga dan membantu mereka meringankan beban perekonomian keluarga.
Menjawab kebutuhan gaya hidup modern yang serba cepat, De’Amay berinovasi dengan menggunakan teknologi retort yang canggih. Metode sterilisasi panas tinggi ini memungkinkan produk rendang bertahan hingga satu tahun di suhu ruang tanpa pengawet tambahan. Ini menjadikannya pilihan sempurna bagi para perempuan aktif yang menginginkan masakan lezat dan praktis tanpa harus repot memasak.
Lebih dari sekadar rendang daging sapi, De’Amay menawarkan varian yang menggugah selera, seperti rendang paru, rendang hati, rendang koyor, dan kalio. Tersedia juga berbagai bumbu masakan otentik Minang seperti bumbu opor, gulai, sambal goreng, dan soto, yang memudahkan para ibu untuk berkreasi di dapur.
Dengan kualitas yang terjamin dan bersertifikasi BPOM serta Halal, De’Amay memastikan setiap produknya aman dan sehat untuk seluruh keluarga.
Rasa rendangnya pun disesuaikan agar lebih ramah di lidah, bahkan untuk anak-anak, tanpa mengurangi kekayaan rempah khas Minang yang merupakan resep turun-temurun. Seperti yang diungkapkan Riana, “rendang De’Amay telah disesuaikan dengan selera Nusantara agar bisa dinikmati oleh semua kalangan, termasuk anak-anak.”
Misi sosial dan pemberdayaan perempuan yang membuat De’Amay semakin istimewa, selain itu De’Amay juga memiliki program anak asuh yang membantu anak-anak yatim piatu meraih mimpi dan cita-cita mereka.
Ini menjadikan setiap pembelian produk De’Amay bukan hanya sekadar menikmati hidangan lezat, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Dengan semangat pantang menyerah, De’Amay terus berusaha menembus pasar internasional. Produknya bahkan sudah diekspor hingga ke Cina dan menjadi favorit jemaah umrah dan haji sebagai bekal praktis.
“Harapan kami, De’Amay bisa lebih maju dan bisa ekspor ke mana-mana,” pungkas Riana.
Kisah De’Amay adalah bukti nyata bahwa produk lokal yang lahir dari dapur rumahan, dengan inovasi dan misi sosial yang kuat, bisa mendunia. Ini adalah persembahan dari dapur rumahan untuk menaklukkan lidah dunia, dan membawa kekayaan kuliner Indonesia ke kancah global











